Pengrajin Mi Lethek di Kabupaten Magelang Tetap Eksis Selama Pandemi Covid-19

MAGELANG, Cakram.net – Pengrajin mi lethek, di Dusun Tuksongo, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, tetap eksis selama 30 tahun.

Bahkan bisa dikatakan tetap lancar berproduksi dan memasarkan produksinya dalam masa pandemi Covid-19 ini. Usaha rumahan tersebut saat ini menyerap lima tenaga kerja.

“Bisa dikatakan tidak terpengaruh pandemi Covid-19 karena pesanan dari pelanggan tetap ada dan tidak berkurang, kadang malah bertambah,” ucap salah satu pekerja pengrajin Mi Lethek, Intarno, dilansir dari laman Pemkab Magelang, Rabu 14 Juli 2021.

Menurut Intarno, setiap harinya mampu memproduksi 1 kuintal mi lethek kering, untuk memenuhi permintaan pelanggan sekitar Magelang dan Purworejo. Mie lethek berwujud mirip bihun tersebut, cocok digunakan sebagai pelengkap menu bakso.

“Rata-rata pelanggan kami adalah pengusaha kuliner, bahkan ada yang restauran di Purworejo dimana mie lethek ini sebagai pelengkap bakso,” terang Intarno.

Mi lethek sendiri berbahan baku dari tepung aren. Dengan pengolahan khusus sehingga mie tersebut bisa berwujud seperti bihun, namun dengan warna lebih kusam atau lethek.

“Pertama-tama bahan baku tepung aren kering dicuci dengan menggunakan bak penampungan selama satu minggu. Kemudian dicairkan dan dimasak.

Setelah itu dicetak dengan menggunakan mesin press, lanjut dijemur hingga kering kemudian dikemas,” papar Intarno.

Bahan baku tepung aren dibeli dari daerah Banjarnegara dan sebagian dari Borobudur sekitar. Dengan harga Rp9.500 per kg, mi lethek dijual Rp22.000 per kg.

“Harga bahan baku tepung aren lebih stabil, tidak pernah naik harga secara drastis. Paling menjelang lebaran harga ada kenaikan sedikit, kemudian normal kembali,” ungkap Intarno. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *