2 Tahun Tak Bisa Bercocok Tanam, Petani Asinan Bawen Wadul Bupati Semarang

UNGARAN, Cakram.net – Para petani di Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, wadul kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Karena sudah dua tahun ini mereka tidak bisa bercocok tanam akibat sawahnya tergenang air Danau Rawapening.

Keluhan itu disampaikan warga saat menerima bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako yang diserahkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Joglo Sawah, Desa Asinan, Minggu 8 Agustus 2021. Bansos tersebut hasil gotong royong ASN, TNI, Polri dan pengusaha di Kabupaten Semarang.

“Sejak tidak bisa bercocok tanam, warga terpaksa membuka warung makanan dan minuman untuk menyambung hidup. Kebetulan ada objek wisata baru  Joglo Sawah yang dibangun oleh pemerintah desa,” ungkap Suryono (62), salah satu warga Asinan.

Suryono mengaku, usaha warung makan pun terdampak pandemi Covid-19 karena ada pembatasan kegiatan masyarakat dan aktivitas pariwisata di Kabupaten Semarang. Namun dia merasa optimistis  Joglo Sawah Asinan cukup potensial menjadi daya tarik wisata untuk menarik pengunjung datang dengan dukungan Pemkab Semarang.

“Warga berharap Pemkab Semarang membantu menyelesaikan masalah sawah yang tergenang air Rawapneing. Selain itu, perbaikan akses jalan yang memadai dan memasang lampu penerangan jalan,” harapnya.

Kepala Desa Asinan, Turchamun Jiyarto menyebutkan lahan pertanian di desanya yang terdampak genangan Rawapening mencapai 187 bidang.

“Sawah yang statusnya hak milik hanya sebagian kecil. Kebanyakan tanah banda desa (kas desa) dan lahan yang sudah turun temurun dimanfaatkan warga untuk  pertanian,” jelasnya.

Menurut Turchamun, warga merasa kecewa rencana revitalisasi Rawapening berdampak pada aktivitas pertanian yang menjadi sumber penghasilan mereka. Tapi warga tidak bisa berbuat banyak adanya program pemerintah pusat tersebut, karena masih memberikan kesempatan kepada warga untuk bertani.

“Harapannya program pemerintah dapat berdampingan dengan kepentingan warga,” pintanya.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Semarang menyatakan persoalan itu sudah disampaikan kepada Balai Besa Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana untuk mencarikan solusi terbaik. Sebab persoalan genangan Rawapening juga dialami warga desa lain, di antaranya Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa dan beberapa desa di Kecamatan Banyubiru.

“Persoalannya sama, warga yang selama ini bercocok tanam tidak bisa menggarap lahan pertanian akibat tergenang limpasan air Rawapening,” kata Ngesti Nugraha.

Terkait perbaikan akses jalan dan lampu penerangan, Bupati mengatakan permintaan warga akan diteruskan ke dinas terkait agar dikaji terlebih dahulu untuk tindak lanjutnya. Karena untuk memenuhi permintaan warga harus melihat dan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, apalagi saat ini anggarannya masih difokuskan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Semarang.

“Kami bisa memahami keresahan warga yang terdampak genangan air Rawapening, ditambah dampak pandemi Covid-19. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak Covid-19, hari ini disalurkan bantuan paket sembako hasil gotong royong dari ASN, TNI, Polri dan para pengusaha di Kabupaten Semarang,” ujarnya. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *