YOGYAKARTA, Cakram.net – Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti didampingi Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Mantri Pamong Praja Mantrijeron, kepala UPT PASTY, Koramil dan Polsek mengunjungi Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) dalam upaya memastikan secara langsung geliat ekonomi pedagang pasar/UMKM yang ada di PASTY pada Senin sore 9 Agustus 2021.
Haryadi mengatakan di saat pandemi seperti sekarang banyak orang di rumah melakukan hobi seperti kegiatan budi daya tanaman hias, memelihara aneka satwa dan ikan hias sehingga PASTY memilki peran strategis dalam pemenuhan kebutuhan tersebut.
Para penghobi tersebut ada yang membutuhkan tanaman hias untuk menyalurkan hobi dan kejenuhan selama di rumah melalui kegiatan bercocok tanam dan membutuhkan tanaman hias yang bisa diperoleh di PASTY. Begitu pula penghobi yang memelihara satwa seperti reptil, ikan hias, dan lainnya yang semua itu ada di PASTY.
“Untuk memenuhi kebutuhan hobiis maka kegiatan perdagangan di PASTY hendaknya bisa berjalan sesuai dengan kondisi PPKM, melalui penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi bagi pedagang beserta keluarganya,” kata Haryadi, dilansir dari laman Pemkot Yogyakarta, Selasa 10 Agustus 2021.
Lebih lanjut Haryadi menyampaikan PASTY hendaknya mampu memberi rasa aman dan nyaman bagi konsumen melalui adanya fasilitas yang mendukung penerapan protokol kesehatan dan melakukan desinfektan dilingkungan PASTY.
“Untuk para pedagang saat ini sudah kami vaksin sehingga para pedagang telah memiliki imunitas terhadap sebaran covid-19 dan siap dalam berdagang di era pandemi ini. Sementara untuk kelaurga pedagang kami siapkan pelaksanaan vaksinasi di bulan Agustus,” imbuh Haryadi.
Mantri pamong Praja Mantrijeron, Affrio Sunarno menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan arahan Wali Kota dalam upaya pemulihan ekonomi dalam kerangka PPKM.
“Kami akan melindungi pedagang di PASTY dengan memberikan kesempatan berdagang sesuai ketentuan dalam PPKM dan tidak mengijinkan para pedagang dari luar PASTY untuk melakukan kegiatan berdagang di lingkungan PASTY,” kata Affrio.
Kata Affrio, melalui cara itu diharapkan para pedagang di PASTY dapat optimal dalam berdagang tanpa digerus pasarnya oleh pedagang dari luar yang berjualan di pinggir jalan di sekitar PASTY dan juga mencegah terjadinya kerumunan yang biasa dilakukan para pedagang dari luar.
Salah seorang pedagang, Yati menuturkan selama berdagang di PASTY sangat membantu dalam peningkatan ekonomi keluarga.
“Saat pandemi ini memang agak sepi bahkan omzet menurun sekitar 50 persen, namun alhamdulillanh masih bisa jalan, yang penting harus ubet dan iguh,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga melakukan dialog dan memberikan motivasi pada para pedagang agar mampu adaptif dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. (Cakram)
