Pihaknya juga berencana akan menambah alat pemindai untuk menghindari kerumunan. Saat ini alat pemindai yang disediakan baru ada enam.
Di sisi lain, saat uji coba pembukaan kembali candi Borobudur, ada beberapa wisatawan yang terpaksa putar balik, karena ditolak saat screening.
“Ya ada beberapa yang sudah putar haluan karena ditolak. Contohnya karena rombongan keluarga, yang lain sudah divaksin, hanya tinggal istri yang belum. Maka dengan tegas, petugas meminta rombongan itu untuk putar balik, karena vaksin menjadi syarat mutlak bagi wisatawan yang berkunjung,” imbuhnya.
Selain itu pihaknya masih belum mengizinkan anak-anak di bawah 12 tahun untuk berwisata ke candi peninggalan dinasti Syailendra ini. Sebab anak-anak sampai saat ini masih belum mendapatkan vaksin.
