Sementara itu, Kasi Data Informasi Kebencanaan BPBD Kota Yogyakarta, Ariatmawan P mengatakan, untuk talut di area kawasan yang rawan longsor jika sudah terjadi bencana, akan dikoordinasikan dengan KTB, OPD terkait serta tokoh masyarakat untuk tindak lanjutnya.
“Untuk monitoring cuaca dan kewaspadaan dini untuk masyarakat sudah kita tindak lanjuti dengan menyiapkan surat pemberitahuan ke semua Kemantren berisikan informasi kewaspadaan dini cuaca musim hujan. Disamping itu, untuk peralatan peringatan pantauan banjir lahar hujan EWS sudah diuji coba pada semester satu kemarin dan saat ini kita lakukan monitoring untuk persiapan musim hujan,” jelasnya.
Ariatmawan berharap dengan pelaksanaan monitoring EWS ini semua alat EWS yang ada di Sungai Code berfungsi dengan baik supaya apabila ada lahar hujan dari Merapi BPBD bisa memberikan petingatan dini kepada masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Code untuk bersiap melakukan evakuasi ketempat yang lebih aman di shelter-shelter yang sudah disiapkan oleh KTB di wilayah kelurahan masing-masing. (Cakram)
