Tujuannya Gus Yasin membeli pesawat tersebut untuk nantinya dipasang, baik saat pameran maupun di ruangannya. Diharapkan nantinya bisa menjadi media promosi dan ikut membeli produk ekonomi pesantren (ekotren) tersebut.
“Ketika ada pameran atau ada tamu masuk ke pemerintahan di (ruangan) Wakil Gubernur. Mereka bisa lihat, dan nantinya bertanya itu pesawat dari mana. Sehingga kita tinggal menyampaikan bahwa ini dari pondok pesantren di Jawa Tengah, yakni Al-Ma’wa,” ungkapnya.
Meski produksi pesawat aeromodelling dari Al-Ma’wa masih bersifat ekstrakulikuler, Gus Yasin mendorong pondok pesantren terutama berbasis SMK, untuk ikut dalam mengambangkan industri kreatif.
“Ini akan jadi pemantik, untuk pondok pesantren bisa mengembangkan ekstra kulikulernya, akan kita kembangkan dengan industri kreatif dan nantinya bisa untuk berwirausaha,” jelasnya.
