SEMARANG, Cakram.net – Sebanyak 9.807 anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Jateng per Agustus 2021 ditinggalkan oleh orangtuanya akibat Covid-19 perlu mendapat perhatian dan penanganan khusus.
“Angka anak yatim piatu saat ini meningkat akibat banyaknya masyarakat yang terpapar Covid-19 sampai meninggal,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen usai membuka rapat koordinasi replikasi program desa dampingan, Jumat (3/9/2021).
Untuk itu, Taj Yasin, berencana memasukan gerakan jadi orang tua asuh ke dalam program Satu OPD Satu Desa Binaan. Hal itu dilatarbelakangi adanya kenaikan angka anak yatim piatu di Jawa Tengah.
“Ini tugas kita dan perlu dimasukkan dalam program ‘Satu OPD Satu Desa Binaaan’. Sehingga pemerintah dapat menjadi contoh bagi masyarakat yang ada di Jateng,” katanya.
Dengan adanya program itu, nantinya akan membantu para anak-anak yatim piatu yang terdampak serta menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah.
