Gerakan Jadi Orang Tua Asuh Masuk Program Satu OPD Satu Desa Binaan

Menurut Taj Yasin, OPD di Pemprov Jateng memegang peran penting, yakni memberikan contoh kepada masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota untuk menjadi orang tua asuh dari anak-anak yang ditinggalkan orangtuanya.

“Tidak hanya angka kemiskinan, angka anak yatim piatu juga naik. Pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat saat ini mendorong kita untuk mengadopsi anak yatim, menjadi anak angkat, atau ayah asuh dari anak-anak kita di Jateng yang mengalami dampak Covid-19. Itu perlu formula atau ide-ide cemerlang untuk menanggulangi ini,” bebernya.

Mekanisme dari program itu, 48 OPD diminta untuk segera turun ke daerah guna melakukan sosialisasi pendataan dan melaksanakan program yang sudah direncanakan.  Selain itu, melakukan pendataan jumlah anak yatim yang ada di desa dan kelurahan, termasuk mencatat warga di desa tersebut yang mampu menjadi orang tua asuh.

“Apabila belum mendapat akses bantuan, baik dari pemerintah pusat, provinsi, ataupun kabupaten, mumpung pembahasan anggaran perubahan kita masih bisa mengejar. Termasuk bagaimana nasib sekolahnya, maka Dinas Pendidikan untuk berpikir bagaimana anak-anak ini mengikuti pendidikan dengan baik,” ujarnya.

Taj Yasin menekankan, OPD dapat menggambarkan kondisi riil masyarakat miskin saat ini, terutama apa yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga dapat dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten dan kota maupun pusat untuk penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Karenanya OPD harus memastikan para perangkat desa ataupun petugas pendataan sudah bergerak melakukan pendataan.

“Kasus Covid-19 di Jateng saat ini sudah mulai melandai, ini saatnya kita turun ke daerah tidak hanya untuk mengentaskan kemiskinan tetapi juga mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana melaksanakan tatanan kehidupan baru atau new normal,” pintanya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *