Kampung Argowiyoto Salatiga Dikukuhkan Jadi Kampung Singkong

“Saya Bangga sudah ada olahan singkong dari Salatiga yang bisa menembus di hotel, restoran, cafe maupun di kota besar. Ini adalah bentuk dari inovasi yang dipelopori oleh Singkong D9. D9 juga membagi pengalaman ke warga sekitar sehingga menjadi daya ungkit dalam mengembangkan potensi singkong di Salatiga,” ungkapnya.

Berdasarkan data di tahun 2020, kebutuhan singkong yang di produksi di Kota Salatiga mencapai 638,10 ton. Saat ini masyarakat Kota Salatiga mulai berinovasi pada pengembangan dan pengolahan singkong. Di mana pengolahan ini tersebar di empat kelurahan, yakni Kelurahan Kauman Kidul Kecamatan Sidorejo dengan produksi 20 kilogram per hari, Kelurahan Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir dengan produksi 100 kilogram per hari, Kelurahan Cebongan Kecamatan Argomulyo dengan produksi 100 kilogram per hari, dan terbanyak di Kelurahan Ledok Kecamatan Argomulyo dengan produksi 8 ton per hari.

“ Produksi singkong yang sangat tinggi di Kelurahan Ledok tersebut dioptimalkan oleh 32 UMKM, dimana melalui UMKM yang terbesar yakni D9 telah menyerap tenaga kerja sebanyak 110 orang, dengan kebutuhan singkong 6 ton per harinya. Olahan singkong yang dihasilkan pun sudah sampai 23 varian olahan. Sementara untuk inovasi varian singkong dari Salatiga sudah mencapai 150 varian olahan,” jelas Yuliyanto.

Kata Yuliyanto, adanya pengembangan Kampung Singkong ini dapat berjalan secara berkesinambungan serta berdampak positif bagi kesejahteraan dan ekonomi masyarakat Kota Salatiga ke depannya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *