PTM yang dilaksanakan di SD Negeri 9 Boyolali tersebut turut dihadiri kepala sekolah dari SD imbas yang nantinya akan mengadopsi praktik baik di SD inti tersebut.
Darmanto menambahkan, untuk pelaksanaan PTM ini pihaknya harus menambah kedisiplinan guru dikarenakan masa pandemi Covid-19 ini, guru harus sudah hadir di sekolah sebelum murid datang untuk penerapan protokol kesehatan.
“Sekarang guru harus datang ketika anak belum datang, harus ada skrining kesehatannya, ini yang harus menjadi budaya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 9 Boyolali, Ngatmi mengatakan, jika pelaksanaan PTM di sekolah yang dipimpinnya sesuai petunjuk teknis dari Dikdikbud dengan protokol kesehatan ketat. Selama PTS yang mengikuti PTM sebanyak 50 persen dari 208 siswa dan dibagi menjadi dua shift. Shift pertama kelas 1-3 pukul 07.00 WIB-08.30 WIB, dan shift kedua kelas 4-6 pukul 09.30 WIB-11.00 WIB. Untuk jeda satu jam antar sif dipergunakan untuk penyemprotan ruangan dengan disinfektan dan penyiapan tempat cuci tangan.
“Yang pertama masker harus, yang kedua kedatangan selalu dimulai dengan penandaan suhu, kemudian cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, kemudian jaga jarak baik itu di kelas dan lingkungan yang ada di sini, kemudian yang berikutnya tidak menghidupkan AC atau apapun kemudian membuka semua ventilasi yang ada di dalam ruangan yang digunakan,” terangnya.
