“Umumnya produk yang diminati adalah perabotan rumah tangga,” tuturnya.
Menurut Novi, permintaan pot masih stabil, bahkan omzet pot naik dan hampir kurang stok. Namun ia belum berani melakukan ekspor karena biaya ekspor mahal.
“Pot terus naik permintaanya, biasanya pesanan dikirim lewat ekspedisi dan memesannya melalui instagram dengan username @wdnoviana_gerabah_bayat. Pemasaran kami saat ini mengandalkan instagram,” katanya.
Terkait kualitas bahan, Novi menjelaskan lebih memanfaatkan tanah asli Bayat. Karena kualitas dan sifatnya yang cocok untuk gerabah.
“Kami menggunakan bahan khusus seperti tanah 3 macam yang ada di Bayat. Tanah di sini unik dan kualitas tanahnya lebih kuat. Warnanya juga berbeda dengan tanah-tanah yang lain,” jelasnya.
