Ia menjelaskan dari kasus Covid-19 yang meninggal di dunia di Kota Yogyakarta sekitar 80 persen berusia 50 tahun ke atas. Dari jumlah yang meninggal tersebut sekitar 80 persen belum vaksinasi. Sedangkan data nasional, sekitar 90 persen pasien Covid-19 yang meninggal belum vaksin. Hal itu menunjukkan vaksinasi memberikan perlindungan dan jika terpapar Covid-19 dampaknya tidak berat.
“Kita harus melindungi orang- orang penting dalam hidup kita semua. Santri dan kyai harus kita jaga, maka pada kesempatan ini kami lakukan vaksinasi. Tantangan ketika kasus turun, kita tidak ingin kasus meningkat lagi. Termasuk varian baru jangan sampai menular ke masyarakat,” Heroe.
Wakil Ketua IV Baznas Kota Yogyakarta, Adi Soeprapto mengatakan vaksinasi kiai dan santri itu adalah salah satu program yang diampu Baznas Kota Yogyakarta bekerja sama dengan BIN Daerah DIY dan Rumah Sehat Baznas. Vaksin jenis sinofac untuk sekitar 500 orang disediakan oleh Binda DIY dan vaksinator dari Rumah Sehat Baznas. Dalam kesempatan itu Baznas Kota Yogyakarta juga memberikan bantuan alat penyemprot disinfektan dan alat kebersihan kepeada Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah.
“Sasaran utama vaksinasi ini untuk kiai dan santri pondok pesantren Al-Luqmaniyyah. Tapi warga sekitar dan pondok pesantren terdekat sini juga bisa datang untuk vaksinasi,” ucap Adi.
