Ia mengungkapkan, sebanyak 60 ton sampah setiap hari dari limbah rumah tangga nantinya akan diproses di beberapa blok di TPA Winong seluas 5,3 hektar. Sebanyak sembilan unit dump truck, lima unit amroll dan satu unit pick up pengangkut sampah milih DLH Kabupaten Boyolali akan terus memproses sampah di blok-blok yang tersedia. Ketika blok blok sampah sudah penuh, maka pihaknya harus mempersiapkan blok yang baru untuk menampung sampah.
“Jadi ketika blok sampah yang kita miliki masih aktif itu mau penuh, kita harus sudah mulai menyipakan blok sampah yang baru. Dan blok sampah yang sudah mati atau sudah pasif tidak hidup lagi nanti bisa kita buat secara estetika kita buat taman,” terangnya.
Diharapkan masyarakat semakin sadar terkait dengan penanganan sampah. Sehingga sampah yang dikirim ke TPA Winong semakin sedikit, atau dapat dikatakan sampah yang masuk merupakan sampah kategori B3 yakni bahan-bahan berbahaya dan beracun. Sedangkan limbah infeksius memang tidak diproses di TPA Winong karena limbah tersebut sudah menjadi tanggung jawab pelayanan kesehatan. (Cakram)
