Disnakan Boyolali Pantau Kesehatan Reproduksi Sapi

Sapi yang telah ditangani akan selalu dipantau dalam tiga pekan ke depan. Apabila belum sembuh, sapi akan ditangani lagi hingga dilakukan pemantauan kedua. Kegiatan tersebut dimulai sejak 21 September dan berakhir 28 September 2021. Selanjutnya dilakukan pemantauan. Kasus yang ditemukan sejauh ini sekitar 30-50 kasus per kegiatan.

Sedangkan hasil pemeriksaan terhadap ratusan sapi di Desa Kalinanas, Kecamatan Wonosamodro pada Kamis 7 Oktober 2021 ditemukan beberapa sapi yang telah masuk masa reproduksi mengalami indikasi birahi tenang atau silent heat.

“Mengidentifikasi kejadian silent heat kemudian kita berikan pengobatan, kita berikan vitamin untuk reproduksi, vitamin A, D, E dan juga obat cacing. Tujuannya untuk kembali menormalkan sistem dari tubuh supaya bisa mengeluarkan tanda tanda birahi,” ungkapnya.

Saat ini populasi sapi di Kabupaten Boyolali sekitar 180.000 ekor. Apabila semua sapi betina di Kabupaten Boyolali bisa berkembangbiak setidaknya satu ekor, populasi sapi akan terus bertambah dan dapat memenuhi kebutuhan daging sapi secara mandiri. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *