Kain Eco Dyeing dengan Daun dari Kabupaten Semarang Tembus Pasar Perancis

Menurutnya, setiap daun mengeluarkan warna berbeda, bahkan daun yang sama terkadang mengeluarkan warna sedikit berbeda. Setiap daun punya ciri khas sendiri, misalnya warna merah dari daun jati bisa keluar secara detil dan warna coklat biasanya kayu akasia.

“Setiap pewarnaan tidak bisa sama, karena ukuran daunnya pasti berbeda. Warnanya bergradasi,” ujarnya.

Ricyanto mengungkapkan, daun dan kayu yang digunakan untuk eco dyeing diambil dari tanaman yang ada di Sumowono Bamboo Garden. Sehingga dia bisa memproduksi secara kontinyu.

“Untuk pemasaran, kita sudah kirim ke Perancis, yang lainnya lokal seperti Jakarta, Surabaya, Palembang dan beberapa daerah lain. Kita terus mempromosikan ke luar negeri karena mereka tidak punya sumber daya alam seperti di tempat kita,” ungkapnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *