“Kemampuan linguistik para santri dapat menunjang profesi pendakwah serta penulis yang menjadi pilihan profesi populer di antara para santri,” jelasnya.
Selain mewadahi minat dan bakat menulis para santri, Gus Taqi berharap KSM juga bisa secara kontinyu meningkatkan kemampuan anggotanya dalam membuat tulisan atau berita.
“Kalau sudah diwadahi, minimal memudahkan kita menyusun agenda upgrading kedepan,” imbuhnya.
Bentuk pelatihan junalistik ini berupa ceramah, diskusi dan praktek dengan fasilitator mantan jurnalis Kompas.com Syahrul Munir. Adapun materi pelatihan disampaikan oleh tiga jurnalis dari media nasional, yakni Aditya Bayu C – Repoter TV One (Dasar-dasar jurnalistik), Dian Ade Permana – Kontributor KOMPAS.com (Teknik dan praktek menulis berita straight news), dan Budi Puwanto – Fotografer Koran Tempo (foto jurnalistik).
