Menurut Bupati, pada musim tembakau tahun ini terjadi pelambatan panen akibat sempat hujan di Agustus dan September lalu, dan juga terjadi pelambatan penyerapan oleh industri. Industri dinilai lambat menyerap dan banyak keluhan petani-pedagang, karena penyerapan yang lambat tersebut.
“Nah, dengan pemerintah meminta pabrik supaya gudang tetap buka melakukan pembelian harapannya semua tembakau petani bisa terbeli. Jangan sampai ada yang tersisa dan sampai akhir musim nanti semoga tidak hujan lagi, syukur-syukur harga menjadi lebih baik lagi dibanding yang sekarang,” katanya. (Cakram)
Halaman: 1 2
