“Kalau kita lihat sangat beragam, casual, anak-anak ini sangat bisa diterima internasional empat dan dua musim. Juga ada hijab tadi, jadi sangat bisa diterima semua kalangan,” paparnya.
Ia berharap, semua daerah di Jawa Tengah yang memiliki potensi batik untuk bisa dikembangkan ke arah fashion.
“Harapannya juga di tempat lain. Tahun depan rencananya di Banyumas. Jadi tidak hanya menjual batik kain tapi juga sudah bentuk fashion,” lanjutnya.
Ketua Deskranasda Kabupaten Rembang, Hasiroh Hafidz menuturkan dengan kerja sama ini, UMKM batik di Kabupaten Rembang kian terangkat.
