“Kami sudah menyarankan agar dicarikan alternatif lokasi pembelajaran di sekolah lain yang terdekat, tapi banyak orang tua murid keberatan karena jaraknya lebih jauh. Sehingga pembelajaran tetap dilaksanakan dengan mengoptimalkan ruang kelas yang tersisa,” ujarnya.
Selain SDN Kupang 01, kerusakan ruang kelas akibat terdampak gempa juga terjadi di SDN Lodoyong 03 Ambarawa. Tiga ruang kelas di sekolah tersebut juga dikosongkan.
“Bangunan SDN Lodoyong 03 merupakan bangunan yang sudah tua dan belum pernah direhab. Getaran gempa bumi mengakibatkan bagian lantai ruang kelas retak dan terlepas dari pondasinya,” jelas Joko.
