Retakan Tanah Kembali Muncul di Kranjang Lor Magelang, Warga Diimbau Waspada Saat Hujan

“Sesuai kajian petugas kami di lapangan tadi pagi, tidak terlihat tanaman keras yang miring akibat retakan tersebut dan tidak terdapat pergeseran ataupun retakan pada talud jalan Salaman-Kajoran via Pancar,” lanjutnya.

Menurutnya, titik retakan berjarak 100 hingga 200 meter dari rumah penduduk. Sehingga, secara umun kondisi tersebut belum membahayakan pemukiman masyarakat.

Namun, Edi menjelaskan, BPBD Kabupaten Magelang bersama dengan Pemerintah Desa dan relawan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada ketika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dengan durasi waktu yang lama.

“Kami imbau agar dapat segera dilakukan penutupan retakan tersebut untuk mengantisipasi terjadi melebarnya retakan. Dan saluran air pada titik retakan tersebut untuk dilakukan penataan,” ujarnya.

Edi mengharapkan Pemerintah Desa Sidosari mengaktifkan Tim OPRB Desa untuk melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu waspada jika terjadi hujan lebat. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *