Koordinator bakti sosial bibir sumbing, Dian Sekarsari mengatakan kegiatan ini sudah rutin dilakukan setiap tahun. Sebanyak 19 pasien tersebut akan ditangani dalam ruang operasi selama satu hingga dua jam dan pasien juga dijamin kesehatannya pasca operasi.
“Waktu operasi satu hingga dua jam setiap pasien. Pemulihan pasca operasi, rawat inap satu hingga dua hari dan kontrol satu minggu dan dua minggu setelahnya masih dalam jaminan RSUDPA. Gratis,” ujarnya.
Salah satu warga Kecamatan Tamansari, Winarto menuturkan dia ikut mendaftar guna pengobatan bibir pada buah hatinya Aditama Wira Pradana yang masih berusia delapan bulan. Dia mengetahui ada kegiatan operasi bibir sumbing ini melalui bidan desa dan perangkat desa di Desa Lampar.
“Semoga Yang Kuasa yang membalas. Semoga ke depan anak saya terutama pada mental bisa lebih kuat, sama yang normal,” ujarnya.
