Di tengah masyarakat yang multi religius, Taj Yasin berpandangan, moderasi beragama penting. Dia memberikan catatan, yang dimoderasi bukan agamanya, tetapi penganut agamanya.
“Agama semua yang ada di Indonesia ini kaya-kayanya sudah moderat. Yang belum moderat itu yang penganut agamanya. Sehingga yang perlu dimoderasi itu adalah penganutnya atau pengamalnya,” tuturnya.
Lebih lanjut Taj Yasin mencontohkan, dalam kehidupan beragama di Indonesia, sesama penganut agama saja, bisa menganut aliran yang berbeda. Maka, di sini diperlukan moderasi beragama sebagai upaya untuk senantiasa menjaga, agar se-beragam apapun tafsir dan pemahaman terhadap agama, tetap terjaga sesuai koridor, sehingga tidak memunculkan cara beragama yang ekstrem.
“Kalau kita mau beragama dengan baik, nantinya apa? Orang yang beragama dengan baik, orang yang menjalankan agama itu, pasti memiliki ada adab. Ketika kita beradab, kita memiliki adab yang baik, kita akan saling menghormati. Dan ketika kita saling menghormati, agama itu akan jalan,” jelas dia. (Cakram)
