8.000 Bibit Kopi Arabika Ditanam di Lereng Merapi

“Karena permintaan kopi Babadan ini setiap tahunnya meningkat, namun kami masih terkendala masalah kuantitas panen. Sehingga ke depan kami rasa akan kewalahan memenuhi tuntutan pasar ketika tidak kami tanam bibit mulai sekarang,” lanjutnya.

Jenis yang ditanam adalah kopi dari jenis Arabica Lini S dan Longberry. Karena menurutnya Arabica Longberry memiliki biji kopi yang relatif besar sehingga diharapkan dapat mendongkrak produktivitas.

“Untuk saat ini sistem penanaman di wilayah kami masih menggunakan sistem Tumpangsari karena masih kami jadikan satu dengan tanaman sayuran yang lain,” jelasnya.

Menurut Slamet, selama ini hasil panen kopi cukup bagus karena untuk satu pohon dapat menghasilkan sebanyak 10 kilogram biji kopi. Dan kopi dari wilayahnya sudah terekspor sampai dengan luar negeri.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *