8.000 Bibit Kopi Arabika Ditanam di Lereng Merapi

“Hasil panen nanti dikumpulkan di kelompok tani, kemudian ada yang kita olah sendiri. Namun untuk yang Greenbean ini yang kita pasarkan di dalam maupun luar negeri seperti Mesir. Bahkan dari Belanda juga minta namun kami belum bisa memenuhi karena kuantitas yang diinginkan sangat banyak, kami belum mampu mensuplay,” ungkapnya.

Menurut Slamet, di wilayahnya masih terdapat sekitar 68 hektar lahan produktif yang siap digunakan untuk menanam bibit kopi.

Pemilik usaha kopi dengan Branding Kota Kopi, Dio, asal Magelang mengatakan bibit yang akan ditanam tersebut ia dapatkan dari Kutoarjo. Bahkan kali ini adalah tahun kedua dirinya bersama pelaku dan komunitas yang lain melakukan penanaman kopi secara massal.

“Kita mendampingi saja, masyarakat di Babadan 2 ini untuk belajar bersama tentang kopi. Berawal dari suka kemudian bisa belajar bersama,” katanya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *