Kepada penguji dari LSP Teknologi Informasi Indonesia, BPPT, Kemenpan RB, dan akademisi, Andi menjelaskan program Klaten Smart City telah berjalan secara berkesinambungan hingga 75 persen. Adanya pandemi Covid-19, sangat mempengaruhi bergulirnya program Klaten Smart City.
“Di antaranya adanya refocusing angaran yang mempengaruhi jalannya program secara umum. Selain itu adanya aturan PPKM yang ikut berdampak pada pelaksanaan program, khususnya yang melibatkan komunitas masyarakat. Sehingga ada beberapa program yang tidak dapat dilaksanakan secara optimal,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Klaten, Amin Mustofa mengatakan selain karena kondisi pandemi, program Klaten Smart City masih perlu disosialisasikan secara gencar kepada masyarakat. Salah satunya melalui gerakan literasi digital bagi masyarakat Klaten.
“Secara umum, masyarakat sudah mengetahui dan mengenal program yang ada di dalam Klaten Smart City, namun belum semua lapisan masyarakat di Klaten memanfaatkannya. Masih butuh digencarkan lagi, salah satunya lewat literasi digital,” katanya.
