Taj Yasin kemudian menanyakan bagaimana pelayananan dan biaya berobat. Kepada Taj Yasin, Daniel mengaku jika rekan-rekan ODHA cukup kesulitan lantaran biaya pendaftaran yang relatif mahal untuk mendapatkan Antiretroviral (ARV).
Kata dia, saat hendak mendaftar ke RSUD Margono Soekarjo, para ODHA harus membayar biaya pendaftaran senilai Rp. 105 ribu. Oleh karenanya, dia mendorong agar para ODHA dapat mendaftar dan mengambil obat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
“Kami mendorong teman-teman komunitas mengakses (ARV) di Puskesmas, karena hanya bayar Rp5 ribu. Cuman, aksesnya kan jauh, mungkin butuh dukungan transportasi. Ada juga faktor cuaca, kadang kecapekan, kelelahan, kami tidak bisa berjuang sendiri. Saya senang bapak bisa hadir di sini,” tambah dia.
Daniel juga menjelaskan perlu adanya solusi bagi ODHA apabila ingin mengobati penyakit penyerta mereka. Menurutnya, fasilitas perawatan dan pengobatan hanya ada di rumah sakit yang biayanya relatif mahal. Sementara sebagian dari mereka tidak memiliki BPJS Kesehatan. Dia menjelaskan jika sebagian ODHA tidak memiliki NIK lantaran mereka hidup sebagai anak jalanan.
