GROBOGAN, Cakram.net – Bupati Grobogan Sri Sumarni mengingatkan, pada musim tanam satu (MT-1) ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Salah satunya, terkait dengan masih belum optimalnya realisasi penyaluran pupuk bersubsidi. Khususnya untuk jenis NPK (tersisa 10.518 ton) dan ZA (tersisa 6.476 ton) sampai dengan November ini. Pasalnya, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Grobogan mencukupi.
“Jangan sampai terdengar lagi informasi bahwa pupuk langka. Padahal secara faktual di lapangan, pasokan pupuk tersedia, tetapi ada masalah pendistribusian di tingkat distributor dan KPL atau pengecer,” tegasnya, dilansir dari laman Pemprov Jateng, Kamis 2 Desember 2021.
Untuk itu, Sri Sumarni meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan segera melakukan koordinasi dengan Distributor dan KPL (Kios Pupuk Lengkap) untuk memastikan distribusi dan penyaluran pupuk segera dapat direalisasikan sesuai dengan alokasi kebutuhan.
Permasalahan lain adalah kaitan dengan penggunaan Kartu Tani. Sri Sumarni mengatakan, ia sudah menginstruksikan Dinas Pertanian untuk menggerakkan para penyuluh dalam menyosialisasikan penggunaan kartu tani agar petani bisa menggunakan dan memanfaatkannya dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
