“Jarak lokasi transmigrasi dengan sekolah antara 10-15 menit. Selain itu juga tidak jauh dari kawasan food estate, (pengembangan pangan terintegrasi) sehingga diharapkan panjenengan (Anda) nanti bisa bergabung. Karena konsep food estate adalah kawasan pertanian untuk mendukung kebutuhan di Indonesia. Sehingga hasil panen para petani dapat jaminan dibeli,” jelasnya.
Sekda berharap, berbagai bantuan dan bekal dari Kementerian maupun Disnakertrans dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini sesuai dengan niat baik pemerintah dan keinginan para calon transmigran, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga berpesan kepada para calon transmigran agar tekun dan rajin bekerja menggarap lahan gambut yang disediakan oleh pemerintah. Dia juga meminta agar warga saling membantu dan senantiasa bergotong royong dengan sesama sebagai tradisi Jawa Tengah. Terlebih mereka akan menjadi tetangga dekat dan satu keluarga di lokasi tujuan transmigrasi.
Salah seorang calon transmigran, Sunar mengaku senang menjadi calon transmigran tujuan Kalimantan Tengah. Warga Sragen yang sehari-harinya bekerja serabutan itu, berharap setelah mengikuti program transmigrasi dan menggarap lahan pertanian di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, maka masa depan keluarganya menjadi lebih baik dan sejahtera.
