“Dengan masuknya varian Omicron di Jawa Tengah, kita tidak boleh lengah. Terbukti di sejumlah wilayah kasus positif mengalami kenaikan,” ujarnya.
Meski demikian, Kabid Humas memastikan bahwa ketersediaan tempat perawatan dan tenaga medis di Jawa Tengah masih sangat memadai.
Berdasarkan data, jumlah ketersediaan Bed Occupancy Ratio (BOR) sejumlah rumah sakit dan tempat isolasi menunjukkan hanya sekitar 1 persen yang terisi pasien Covid 19.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Tengah, Polda Jateng bersama stakeholder terkait terus berupaya mengakselerasi vaksinasi di wilayahnya.
