Sebagaimana diketahui, jalur kereta api Parakan-Secang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda melalui Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), dengan arsitek seorang Tinghoa bernama Ho Tjong An. Stasiun dioperasikan pertama kali tanggal 1 Juli 1907 untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan. Akan tetapi operasional stasiun ini kemudian ditutup oleh pemerintah RI pada awal dekade tahun 1970-an.
Bupati HM Al Khadziq menuturkan, sangat menarik jika Stasiun Parakan kemudian bisa dimanfaatkan. Ia pun menanyakan bagaimana bentuk kerja samanya jika bisa digunakan.
Bupati menilai, keberadaan bangunan kuno itu bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti diskusi atau semacam tempat nongkrong bagi anak muda.
“Kopi enak Temanggung, bisa disajikan di eks Stasiun Parakan, menarik ini. Kita tengok nanti stasiun itu, kita explore lokasinya pasti ada inspirasi. Sebenarnya bagus juga digunakan untuk berkegiatan, bisa untuk selfie,” katanya. (Cakram)
