TEMANGGUNG, Cakram.net – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Temanggung berdampak buruk pada sektor perkebunan. Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung mencatat produksi kopi Robusta maupun Arabika tahun ini anjlok hingga 40–60 persen.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura DKPPP Temanggung, Sumarno, mengungkapkan bahwa penurunan drastis ini dipicu oleh tingginya curah hujan saat tanaman memasuki fase pembungaan.
“Penurunan disebabkan cuaca ekstrem pada saat fase pembungaan kopi. Akibat curah hujan yang tinggi, banyak bunga yang gagal berkembang menjadi buah,” ujar Sumarno melansir laman resmi Pemkab Temanggung, Rabu 10 Juni 2026.
Harga Arabika Justru Melejit
Meski dari sisi kuantitas produksi terjun bebas, para petani sedikit bernapas lega karena harga jual kopi Arabika justru meroket. Saat ini, harga kopi gelondong merah (Cherry) Arabika menyentuh angka Rp20.000 hingga Rp22.000 per kilogram. Angka ini naik signifikan dibanding tahun lalu yang hanya berkisar di harga Rp15.000 per kilogram.
“Kondisi kelangkaan barang ini diperkirakan akan memicu kenaikan harga pada produk kopi Arabika olahan di tingkat konsumen,” tambah Sumarno.
