“Di tiga lokasi berbeda teman-teman melakukan OTT. Masing-masing di Desa Tumpukan, Karang Munggung, dan Pencil yang semuanya berlokasi di Kecamatan Karangdowo. Sarang tawon ndas itu sendiri ada yang di dahan pohon, di atas genting sampai di sudut kayu bangunan rumah warga. Kalau di sudut sempit rumah warga menjadi kasus OTT yang sulit,” terang wanita yang tinggal di Tirtomarto, Cawas, Klaten.
Kaitan teknis agar tidak tersengat tawon ndas, wanita yang punya usaha katering itu berpesan kepada warga supaya berhati-hati dan tidak mengganggu rumah tawon itu. Apalagi pada siang hari.
“Tawon vespa itu sengatannya sangat berbahaya. Dari 2019 sampai 2021 sudah 9 warga Klaten yang meninggal tersengat tawon vespa. Jadi petugas harus terlatih. OTT baiknya malam hari, sebab daya pandang tawon terbatas dan sudah masuk sarang. Lubang lalu tinggal ditutup dengan kapas yang dibasahi dengan bensin. Sejenak nanti tawon ndas sudah tak berdaya. Setelah itu sarang kita musnahkan. Terpenting warga harus hati-hati atau cepat menghubungi Damkar atau relawan terdekat,” pesannya. (Cakram)
