“Bahasa asing merupakan sarana kita untuk berkomunikasi dengan wisatawan manca negara oleh karena itu penguasaan terhadap minimal satu bahasa asing sangat diperlukan bagi pelaku pariwisata seperi pengelola kampung wisata,” kata Walikota Yogyakarta.
Selanjutnya disampaikan bahwa pengelolaan pariwisata haruslah tahu produk apa yang ditawarkan dan dijual serta jangan sampai pengelola tidak memahami keunggulan produknya dan salah dalam melakukan pemasaran dan komunikasi.
Haryadi menandaskan bahwa dalam pengelolaan pariwisata harus menguntungkan dan bernanfaat bagi komunitas. Menguntungkan dapat diartikan sebagai adanya aliran rejeki dari wisatawan ke pengelola dan komunitas di destinasi wisata yang merupakan penghasilan dan penyemangat dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Pengelola pariwisata harus mengerti ragam pembiayaan baik berupa biaya langsung maupun tidak langsung, biaya tetap maupun biaya variabel agar dalam penentuan harga tidak rugi,” jelas Haryadi
