“Masih banyak tugas yang harus diselesaikan di tahun kedua ini, terutama menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Klaten,” katanya
Berdasarkan data BPS, persentase jumlah penduduk miskin di Klaten pada 2020 sebesar 12,89 persen. Sementara, persentase penduduk miskin pada 2021 sebesar 13,49 persen. Atau naik sebesar 0,6 persen dari 2020 ke 2021.
Adapun langkah konkrit yang diambil oleh Bupati, di antaranya dengan pemihakan anggaran yang difokuskan pada upaya penurunan angka kemiskinan, termasuk pendataan jumlah rumah tak layak huni (RTLH).
“Pada perubahan APBD 2022 akan kita mulai untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Klaten. Dengan cara apa? Salah satunya pemihakan RTLH yang akan dianggarkan setiap tahunnya secara maksimal,” papar Sri Mulyani.
