Sarbun mengungkapkan, siswa kelas 9 angkatan ini ketika masih kelas 7 semester genap terjadi pandemi Covid-19, sehingga diterapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan PTM secara terbatas. Sampai mereka naik kelas 8 masih diberlakukan PJJ dan PTM terbatas, bahkan saat naik kelas 9 pada semester awal di tahun 2021 terjadi gelombang kedua Covid-19 sehingga diterapkan PJJ penuh selama satu semester.
Memasuki semester genap tahun 2022, lanjut Sarbun, pandemi Covid-19 sempat membaik dan para siswa sempat mengikuti PTM 100 persen. Namun baru berjalan 1,5 bulan muncul varian Omicron dan Kabupaten Semarang masuk PPMK Level 3 karena kasus Covid-19 kembali meningkat.
“Setelah situasi Covid-19 semakin membaik dan kasus aktif menurun, kami melaksanakan KBM penuh untuk siswa kelas 9 dalam rangka persiapan ujian sekolah. Kami memberikan pemantapan berbagai materi pelajaran yang akan diujikan, dan mulai hari ini dilakukan tryout atau uji coba ujian sekolah untuk mengetahui kesiapan anak-anak menghadapi ujian sekolah,” katanya.
Setelah tryout, kata Sarbun, masih ada pemantapan materi lagi kepada siswa berdasarkan hasil tryout. Jika memang masih ada kekurangan akan diberikan materi tambahan agar mereka betul-betul siap menghadapi ujian.
