SEMARANG, Cakram.net – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen terus mendorong para santri tidak hanya bergelut dengan ilmu agama, namun harus turut menyelami berbagai bidang, termasuk sektor ekonomi. Baik dengan mengembangkan usaha minimarket berbasis ponpes, pertanian modern, air isi ulang, maupun wisata halal.
“Para santri harus mewarnai dalam bidang apapun, termasuk bidang ekonomi. Sejak di DPRD, saya juga sudah bergabung di Hipsi atau Himpunan Pengusaha Santri Indonesia dari berbagai provinsi membahas usaha-usaha santri, kemudian saya implementasikan di Jawa Tengah. Salah satunya program Ekonomi Pesantren atau Ekotren,” kata Taj Yasin, dalam rilisnya, Jumat 15 April 2022.
Ia mengatakan, para santri tidak semuanya akan menjadi kiai atau pendakwah ketika sudah keluar dari pesantren. Sehingga saat berada di pesantren, santri juga harus mendapatkan skill atau keahlian berwirausaha untuk bekal saat sudah tidak menjadi santri. Karenanya, program Ekotren harus lebih digenjot dengan menggandeng berbagai pihak.
Dalam Podcast bersama Bambang Sadono dengan tema “Bisnis Syariah dan Produk Halal” itu, Taj Yasin menjelaskan program Ekotren tidak bisa berjalan dengan hanya mengandalkan APBD. Sehingga pihaknya merangkul para pengusaha yang ingin turut memajukan ekonomi dan meningkatkan kemampuan serta keahlian santri di bidang wirausaha.
Para pengusaha memfasilitasi dan mendampingi santri dalam membuka dan mengelola toko yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, sekaligus mewadahi produk-produk pesantren. Selain itu juga pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM terkait pelatihan manajemen, mengurus sertifikat halal, dan sebagainya.
