Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menambahkan dari hasil pertemuan dengan kepolisian salah satu kesimpulannya adalah tidak ada korban acak terhadap kejahatan jalanan yang kembali muncul. Kejadian itu diawali adanya pergesekan antara kelompok remaja.
“Kita juga sudah ada perda ketahanan keluarga dan perwal yang menyangkut bagaimana keluarga membina anak-anaknya. Termasuk di antaranya meminta agar jam sepuluh malam diharapkan anak-anak sudah di rumah. Karena ada tri pusat pendidikan persoalan tidak hanya sekolah, tapi juga keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
Sedangkan Dirbinmas Polda DIY, Kombes Pol Ruminio Ardano menilai perlu sinergitas yang kuat untuk memutus mata rantai kejahatan jalanan. Menurutnya ada tiga hal yang harus dilakukan yaitu pembinaan lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan sekolah.
“Karena itu wilayah yang memang harus kita buat pagar secara rapat untuk mempersempit langkah gerak anak-anak untuk melakukan tindak pidana. Nanti secara detail akan kita atur lagi, dan konsepkan secara nyata sehingga dapat dilaksanakan dengan mudah dan berkelanjutan sehingga mata rantai bisa diputus,” papar Kombes Pol Ruminio.
Sementara itu Ketua PDM Kota Yogyakarta Akhid Widi Rahmanto menyatakan atas nama PDM Kota Yogyakarta mewakili masyarakat Yogyakarta merasa prihatin dengan kejadian kejahatan jalanan yang kembali muncul. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama aparat keamanan dari kepolisian yang sudah bekerja keras menemukan pelakunya
“Ini menjadi keprihatinan bagi kami yang sangat mendalam. Mohon masyarakat Yogyakarta kita ikut bersama-sama sebisa mungkin dengan cara apapun sesuai kapasitas kita untuk bisa menghindari dan menanggulangi kasus-kasus seperti ini. Misalnya ketika ada kasus yang mencurigakan bisa kita seger antisipasi hal itu. Paling tidak mengamankan lingkungan masing-masing,” pungkas Akhid. (Cakram)
