“QPA atau kualitas rata-rata kinerja pegawai kita tidak rendah, justru menunjukkan angka perbaikan sejak tahun 2019, terutama situasi pandemi Covid-19 kemarin banyak WFH, sebagian masuk sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Sekarang dengan situasi pandemi Covid-19 yang semakin membaik ini, harapannya QPA nya akan semakin membaik,” imbuh Bupati.
Sementara itu, Kepala PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta, Agus Irawan menyampaikan, selamat bagi peserta Latsar, karena saudara-saudara sekalian telah lulus dan dapat kesempatan mengikuti kegiatan ini, karena Latsar merupakan entry level pengembangan kompetensi sebelum ditetapkan secara penuh sebagai PNS.
“Dalam pelatihan Latsar ini, CPNS diharapkan menjadi pribadi yang berwawasan keilmuan, mindset yang baik dan memiliki karakter yang tangguh, serta mampu mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS untuk mendukung tercapainya smart government sesuai dengan ketentuan per undang-undangan,” katanya.
Pelaksanaan Latsar CPNS merupakan representasi penerapan Undang-Undang No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Negara pasal 63 secara tegas disebutkan bahwa setiap CPNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan secara integrasi, untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat, motivasi, nasionalisme, wawasan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan kompentensi bidang.
“Seiring dengan dilaunchingnya core values ASN dan employer branding ASN Berakhlak yang merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif sebagai nilai-nilai ASN yang berpondasi untuk membangun budaya kerja birokrasi, maka ASN dituntut kesiapannya untuk bisa menyesuaikan diri, merubah pola pikir, sikap dan tindakan dalam mengemban amanah sebagai abdi negara dan masyarakat di tengah perkembangan lingkungan strategis yang sangat komplek, dinamis sangat cepat dan tidak terduga,” imbuhnya.
