Pentingnya Penguatan Lembaga Kewilayahan di Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA, Cakram.net – Wakil Wali Kota (Wawali) Yogyakarta Heroe Poerwadi memipimpin kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kewilayahan se-Kemantren Gedongtengen di Pendapa Kemantren Gedongtengen pada Rabu 18 Mei 2022. Wawali didampingi Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Indaruwanto Eko Cahyono dan Mantri Pamong Praja Kemantren Gedongtengen Ananto Wibowo.

Dalam paparannya, Ananto Wibowo menyampaikan masalah darurat sampah yang terjadi di Kota Yogyakarta khususnya di Kemantren Gedongtengen bisa dikendalikan ketika setiap unit terkecil dan lembaga kewilayahannya mampu mengelola sampah. Jumlah sampah per hari yang dihasilkan wilayah Kemantren Gedongtengen adalah 16 ton sementara total di seluruh wilayah Kota Yogya adalah 366 ton.

“Kami mohon untuk setiap ketua RT, RW, dan Kampung untuk mengajak warganya supaya bisa mengelola sampah. Ketika itu sampah organik nanti bisa diolah menjadi pupuk, sementara sampah anorganik yang memang bisa dimanfaatkan bisa digunakan kembali atau dibuat menjadi produk yang bernilai. Sesuai pesan Walikota Yogyakarta from trash to cash,” ajaknya, dilansir dari jogjakota.go.id, Kamis 19 Mei 2022.

Ananto juga menyebutkan ketika setiap kelurahan ataupun kemantren mampu mengelola sampah yang dihasilkan, setidaknya akan mampu mengurangi 30 persen dari jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini tentunya bisa meringankan daya tampung sampah di TPA supaya tidak terjadi penumpukan ataupun melebihi kapasitas.

Sejalan dengan hal itu, Indaruwanto Eko Cahyono juga mendorong setiap unit terkecil keluarga kemudian naik di tingkat RT untuk mulai memilah sampah. Sebab setiap rumah itu pasti akan menghasilkan sampah.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *