Dolanan Anak Sarana Membentuk Karakter dan Mengenal Alam

“Tentu kami berharap  dengan adanya pameran dolanan bocah ini, membuat anak-anak lebih mengenal kembali jati dirinya sendiri. Serta tidak meninggalkan tradisi dan budayanya sendiri,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Pemanfaatan Pemajuan Kebudayaan Jio Martono menambahkan, sudah saatnya kembali memperkenalkan dolanan tradisional kepada anak-anak yang selama ini terkikis oleh digitalisasi. Pasalnya, dengan permainan tradisional dapat membentuk karakter anak-anak untuk lebih sensitif dalam bersosialisasi.

Dia menilai, kegiatan ini efektif untuk mengenalkan aneka dolanan tradisional. Selain itu, juga menumbuhkan rasa gotong-royong dan membangun karakter sejak dini.

Menurutnya, anak-anak memang seharusnya mengerti soal lingkungan sekitar. Mengingat alat untuk membuat permainan tradisional juga berasal dari alam. Dengan demikian, anak-anak tahu fungsi dari alam itu sendiri. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *