Menurutnya, dari 1000 ekor sapi didesanya dan 700- 800 ekor sapi suspek atau bergejala PMK dapat kembali sehat. Sehingga harga jual sapi dapat normal kembali yakni di kisaran Rp 70-80 juta per ton dan tidak merugi.
“Dengan adanya PMK itu karena harga sapi sehat mestinya juga naik atau langka kemudian yang terdeteksi untuk penyakit itu mestinya juga tidak bisa dijual. Akhirnya peternak yang mengalami sapinya kena PMK jelas ruginya sangat besar,” ungkapnya.
Merebaknya PMK di Desa Madu turut dirasakan oleh peternak sapi perah setempat, Triyanto. Dia mengatakan kini sapi miliknya mengalami penurunan produksi susu yang hanya mampu menghasilkan 3-4 liter susu dari yang semula mampu mencapai 15 liter.
“Untuk para peternak sapi yang ada di wilayah kami itu hampir kerugiannya besar sekali. dari pakan sudah mahal, terus kita kadang makan tidak habis otomatis kebuang semua kerugian kami dari produksi susu dari biaya produksi itu besar,” tuturnya.
Sebagai tambahan informasi, kelima pasar hewan di Kabupaten Boyolali yang akan ditutup yakni Pasar Hewan Jelok di Kecamatan Cepogo, Pasar Hewan Karanggede, Pasar Hewan Kalioso di Kecamatan Nogosari, Pasar Hewan Simo dan Pasar Hewan Ampel. Melalui penutupan tahap pertama kelima pasar hewan tersebut, Disnakan Kabupaten Boyolali melaporkan adanya penurunan angka kesembuhan PMK, dari yang 41 ekor sembuh kini sudah 428 ekor yang telah sembuh PMK atau 944 persen sembuh. (Cakram)
