MAGELANG, Cakram.net – Sekelompok petani muda dari lereng Gunung Merapi Kabupaten Magelang berhasil melakukan rekayasa pada bunga Bougenville atau bunga kertas sehingga lebih istimewa.
Melalui sejumlah metode penyambungan alami, tanaman yang cukup populer ini berubah tampil lebih cantik dengan tiga puluh lebih kelopak bunga beraneka warna pada satu batangnya. Okulasi sambung pucuk dan tempel, sambung lilit antara bogenvile lokal dan impor.
Dillansir dari beritamagelang.id, Kamis 14 Juli 2022, Eko Prayitno, salah satu anggota Kelompok Tani Muda Milenial Desa Paten menyampaikan bahwa proses penyambungan ini memerlukan ketelatenan karena butuh waktu 4-7 bulan hingga tanaman berbunga.
Ia mengaku asli petani hortikuktura yang hoby koleksi bunga Bougenfille. Seiring berjalannya waktu hoby menyambung itu akan menambah nilai ekonomi.
“Berlatar belakang hoby karena Bougenville unik bisa bunga aneka warna. Sekarang satu pohon bisa ada bunga hingga 30 jenis warna,” kata Eko.
