Petani Tembakau dan Padi di Boyolali Terima Bantuan Alsintan

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyolali, Sigit Supama juga turut berharap agar petani tembakau dan padi yang telah mendapatkan bantuan alsintan dapat memanfaatkan bantuan dengan baik.

“Dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya yang pasti demi kemajuan pertanian di Boyolali. Sehingga dengan bantuan peralatan ini akan memudahkan petani dalam rangka untuk menggarap sawah dan lain sebagainya supaya hasilnya bisa maksimal,” kata anggota Fraksi PDIP itu.

Salah Ketua Kelompok Tani Kaliwuluh Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Sulamto mengaku senang mendapatkan bantuan berupa cultivator. Dengan danya bantuan cultivator ini, petani di wilayahnya dapat terbantu dari yang sebelumnya mencangkul tanah secara manual.

“Dapat meringankan para petani untuk mencangkul jadi tenaga untuk mencangkul sudah ada alat yang mempermudah,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, Dispertan Kabupaten Boyolali melaporkan pada tahun 2022 pihaknya memiliki target 283.344 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 162.605 ton beras. Realisasi sampai dengan Juni 2022 yakni 214.460 ton GKG atau setara 123.074 ton beras. Angka tersebut diperoleh dari luas panen 37.010 hektar dari target luas panen 2022 seluas 48.719 hektar. Sedangkan pada tahun 2021, terdapat 50.948 hektar luas panen dengan produksi GKG sebesar 286.152 ton dan produksi (beras) sebanyak 164.554 ton, dengan target 287.469 ton atau setara 164.972 ton beras.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *