Ketua Temanggung Rock Community, Witarso Saptono Putro menuturkan, TRC merupakan wadah bagi musisi rock Kabupaten Temanggung untuk berekspresi, lalu menumbuhkan semangat untuk berkarya musik rock secara positif. Mewujudkan kebersamaan antar anggota.
“TRC juga akan melakukan pengembangan dan kreativitas anggota, memberikan hiburan musik, khususnya rock untuk Temanggung, dan siap bermusik tanpa narkoba. Jadi ini merupakan wadah atau rumah bagi para musisi, dan para pecinta musik rock,” katanya.
Dalam malam deklarasi itu, dibahas juga mengenai sejarah musik di Temanggung, bermula dari tahun 1977 muncul komunitas Hay. Kemudian di tahun 1980-an muncul Rolland band yang beberapa personilnya asli Temanggung. Lalu ada Jet Voice yang gitarisnya merupakan warga Temanggung, di paruh 1990-an ada Teaser band asal Temanggung juara festival rock Indonesia. Pada generasi 2000-an Temanggung melahirkan Prison of Blues band beraliran cadas yang kerap manggung di Eropa.
Sementara untuk memeriahkan acara ditampilkan sejumlah band dari Temanggung seperti TNT, Catec, The Jack, Identitas, POB, Blues Mand, Trilogy. Kemudian ada band dari Pekalongan Rock Sableng, dan dari Magelang Rock Community. Sejumlah musisi tanah air juga memberikan dukungan kepada TRC, antara lain Eet Sjahraine (Edane), Andra Ramadhan (Dewa-19), Edo Widiz (Voodoo), penyanyi Once Mekel, gitaris Jhon Paul Ivan (eks Boomerang), Heiydi Ibrahim (Power Slaves) dan lain-lain. (Cakram)
