KUDUS, Cakram.net – Buka luwur Kanjeng Sunan Kudus merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun sekali dalam pergantian tahun hijriyah atau setiap 10 Muharram. Berbagai rangkaian acara pada tradisi tersebut, salah satunya pembagian sega berkat.
Bupati Kudus Hartopo menyampaikan, tradisi buka luwur merupakan salah satu budaya masyarakat Kudus, yang keberadaannya tetap dilestarikan dan diturunkan dari generasi ke generasi.
“Buka luwur adalah bagian dari melestarikan dan nguri-uri budaya, untuk menghormati Kanjeng Sunan Kudus sebagai leluhur. Pembagian sega berkat ini bertujuan untuk sedekah, juga ngalap berkah,” ucapnya, dilansir dari jatengprov.go.id, Selasa 9 Agustus 2022.
Menurut Hartopo, sega berkat buka luwur Kanjeng Sunan Kudus, dipercaya membawa banyak keberkahan bagi masyarakat yang turut mengonsumsinya.
“Ini sudah dipercaya masyarakat luas di Kabupaten Kudus, bukan sekadar mitos. Banyak yang sudah membuktikan manfaatnya sebagai salah satu obat. Tapi semua atas izin Allah. Sega berkat ini hanya perantara, melalui doa yang dipanjatkan para alim ulama,” terangnya.
