Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Kapokja) Pemugaran BPCB Provinsi Jawa Tengah, Eri Budiarto mengatakan, pada hari melakukan survey serta pendataan situs Watu Genuk. Dari hasil kajian dengan alat tersebut nantinya akan mengeluarkan rekomendasi dari hasil kajian.
“Langkah pertama kita lakukan kajian serta melakukan survey dan pendataan. Setelah ada hasilnya baru kita lakukan langkah selanjutnya,” katanya kepada boyolali.go.id.
Lanjut dia, setelah mendapatkan rekomendasi atau hasil tersebut, diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat di Boyolali.
“Situs ini berlatar belakang Agama Hindu, dan dibangun pada abad IX. Data prasasti kita juga belum menemukan, jadi kita belum bisa menentukan hasilnya seperti apa,” ujar dia.
Ia mengatakan, kajian ini diperkirakan akan berjalan selama satu bulan, setelah mendapatkan rekomendasi dari hasil kajian ini nantinya akan ditindaklanjuti dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali dan BPCB akan terus membantu dan mendapingi.
