“Kalau khusus tanaman hias di kebun raya dapat membeli di tempat pembibitan untuk hiasan saja, dan tidak boleh untuk koleksi. Tanaman koleksi di kebun raya terdokumentasi asal usulnya,” kata Lilik.
Menurut dia, luas objek wisata KR Indrokilo Boyolali sekitar 8,9 hektare dengan jumlah koleksi tumbuhan 1.600 spesimen dan 380 spesies. KRIB mempunyai fungsi konservasi tumbuhan, untuk pendidikan, dan penelitian. Jadi anak-anak yang akan melakukan penelitian bisa memanfaatkan kebun raya ini.
Lilik mengatakan jumlah pengunjung di KRIB rata-rata sekitar 2.000 orang per minggu atau meningkat sekitar 25 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Kami menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini, mencapai Rp850 juta dan realisasi September ini, sudah mencapai Rp600 juta,” katanya.
Pengunjung di KRIB cukup ditarik retribusi senilai Rp5.500/orang sudah bisa menikmati keindahan pemandangan alam, juga mendapatkan edukasi tentang koleksi jenis tanaman dan sejarah ikon-ikon yang ada melalui aplikasi digital.
Pengunjung KRIB kebanyakan menikmati keindahan alam dengan sejumlah tempat untuk berswafoto, seperti Gerbang Pasingsingan, Bahtera Nabi Nuh, Air Terjun Niagara, Taman Paku, Taman Labirin, Viewing Point, Patung Sosro Birowo, dan Ecological House. (Cakram)
