UNGARAN, Cakram.net – Suwarno (53), petani penanam sayuran kol di Dusun Kluwihan, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, mengeluhkan anjloknya harga kol di tingkat petani. Akibat anjloknya harga tersebut membuat petani tidak bisa mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan meski sedang panen sayuran kol.
Saat ini harapan Suwarno untuk dapat meraup untung musnah berganti rugi. Karena dia harus membayar kuli untuk memanen hasil kebunnya yang berada di lereng Gunung Merbabu tersebut.
“Lha bagaimana pak, harga kol turun drastis hanya Rp500 per kilogram. Sedih tidak ada harapan keuntungan,” katanya saat dijumpai di tepi jalan utama Dusun Kluwihan di sela panen sayuran kol, Jumat pagi 16 Septemer 2022.
Dia mengungkapkan, harga jual komoditas kol di tingkat petani saat ini berkisar Rp500 per kilogram. Padahal untuk petani agar bisa mendapat untung, harga standarnya minimal Rp2 500 kilogram.
Suwarno mengaku tak habis pikir dengan anjloknya harga kol tersebut. Sebab pada panen sebelumnya, harga kol masih Rp8.500 per kilogram. Saat nasib baik, kol kualitas istimewa bisa dijual sampai ke Kalimantan. Dia bisa memanen hasil tanamnya tiap 85-90 hari sekali.
