BOYOLALI, Cakram.net – Salah satu terobosan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Boyolali yakni adanya program sekolah lansia. Pada Kamis 27 Oktober 2022 diadakan prosesi wisuda atas kelulusan 30 orang lansia yang mengikuti sekolah lansia oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Nuning Wahyu Irawan di resto Omah Brem.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina mengatakan, melihat faktor demografi kependudukan, jumlah lansia akan semakin banyak dari usia produktif kedepannya. Sehingga lansia perlu diberdayakan dengan diadakan kegiatan-kegiatan supaya lebih mandiri dan yang lebih baik lagi masih bisa produktif.
“Dengan mereka mandiri dan produktif otomatis kan tidak membebani lingkungannya, kemudian mereka juga masih mempunyai kemanfaatan untuk diri mereka sendiri, keluarganya maupun juga lingkungannya,” jelasnya, dilansir dari boyolali.go.id, Jumat 28 Oktober 2022.
Perempuan yang akrab disapa Lina ini menyampaikan, kegiatan untuk memberdayakan lansia adalah program Sekolah Lansia. Terdapat 17 kurikulum yang harus dijalani, di antaranya mengenai kesehatan, agama, dan psikologi. Selanjutnya pengetahuan tentang produktivitas atau keterampilan yang masih bisa dilakukan oleh lansia.
Program sekolah lansia ini baru diterapkan di Dukuh Pambraman, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali. Namun ke depannya akan direplikasikan ke daerah lain disesuaikan dengan anggaran yang ada karena anggaran yang dipergunakan saat ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pelaksanaan sekolah lansia ini menyesuaikan dengan kesibukan masyarakat dan narasumbernya.
