Sumadi berharap dengan Gebyar Pameran Foto dan Keris dapat meningkatkan kecintaan terhadap budaya, sejarah Kota Jogja, sejarah perjuangan bangsa, filosofi Jawa, serta pelestarian bangunan-bangunan heritage yang ada di Kota Yogyakarta.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta turut menyumbang 20 foto Kota Jogja tempoe doeloe. “Foto yang dipamerkan kegiatan revitalisasi kawasan Malioboro sekitar tahun 1974,” ujar Kepala Sub Bagian Umum Dan Kepegawaian Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Eko Budi Baskoro.
Selain itu juga terdapat pameran keris. Pada pameran itu disediakan bilik konsultasi keris dan warangan gratis. Pameran keris ini diharapkan menjadi media pengenalan kebudayaan kepada kalangan anak muda.
“Pameran kali ini terdapat 30 pusaka milik kolektor DIY. Keris yang akan dipamerkan antara lain Laler Mengen Tangguh Majapahit, Brojol Pajajaran yang berusia kurang lebih 700 tahun,” jelas Ketua Sentral Komunitas Tosan Aji Yogya Fajar Utama.
Pengunjung juga dapat memberikan penilaian untuk foto-foto yang dipamerkan dengan scan barcode yang diletakan di pintu masuk pameran. (Cakram)
